A. Dasar Manajamen Penenganan Pedet saat Lahir
Memastikan Pedet di jilati oleh induk selama 15 menit dan lendir di bersihkan pada bagian mulut dan lubang hidung untuk memastikan pedet bernapas dengan baik. Tali pusar dipotong dengan steril sekitar 5 cm dari perut dan diberi antiseptik seperti larutan iodine 7–10% untuk mencegah infeksi. Selanjutnya Menempatkan pedet ke tempat yang nyaman atau kendang pedet.
1. Pemberian Kolostrum
Kolostrum atau susu pertama dari induk mengandung immunoglobin yang penting dalam meningkatkan kekebalan imunitas pedet. Pedet harus menerima kolostrum dalam waktu 1–2 jam setelah lahir, dan dalam jumlah sekitar 3-4 liter per hari selama 3 hari pertama. Pemberian kolostrum yang tepat waktu penting untuk kekebalan tubuh pedet terhadap penyakit, khususnya diare dan pneumonia.
2. Manajemen Pakan Lanjutan Pedet
Setelah hari keempat, pedet dapat diberikan susu pengganti, dengan jumlah bertahap sesuai umur dan berat badan. Pemberian dilakukan dua kali sehari secara konsisten. Mulai umur 1 minggu, pedet diperkenalkan dengan pakan pellet kusus pedet. Hijauan mulai dikenalkan pada umur 3–4 minggu, meskipun konsumsi efektif biasanya terjadi setelah sistem rumen mulai berkembang (usia >1 bulan)
3. Kandang dan Lingkungan
Pedet sebaiknya ditempatkan dalam kandang individu hingga usia sapih untuk mencegah penularan penyakit dan memudahkan monitoring. Kandang harus kering, bersih, memiliki ventilasi baik, dan bebas angin langsung. Suhu ideal untuk pedet adalah 15–25°C, dan pencahayaan alami harus cukup.
4. Program Kesehatan
Pedet rentan terhadap penyakit, sehingga program kesehatan preventif sangat penting.
- Vaksinasi awal (misalnya clostridiosis, pneumonia, IBR) dilakukan sesuai jadwal dokter hewan.
- Deteksi dini gejala penyakit seperti diare,
- Pencegahan infeksi kutu, dan cacingan juga menjadi bagian dari manajemen rutin.
5. Penyapihan
Penyapihan dilakukan saat pedet mampu mengonsumsi pakan padat (starter) minimal 1 kg/hari selama 3 hari berturut-turut dan umumnya terjadi pada umur 6–8 minggu. Penyapihan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan stres. Setelah disapih, pedet dipindahkan ke kandang kelompok dan mulai dipelihara dalam sistem pemeliharaan bakalan dengan penekanan pada pertumbuhan tulang dan otot.
B. Dasar Manajamen Ternak Dara (Heifer)
Menyiapkan ternak dara agar mencapai bobot badan dan kematangan reproduksi yang optimal sebelum kawin pertama (13–15 bulan, 300–350 kg), sehingga kelahiran pertama (primipara) terjadi tepat waktu dengan kesehatan dan produktivitas maksimal.
1. Pakan dan Nutrisi
Kombinasikan hijauan berkualitas (rumput gajah, leguminosa) dengan konsentrat berprotein 16–18% untuk mendukung penambahan bobot badan 0,6–0,8 kg/hari. Nutrisi seimbang mencegah pertumbuhan terlalu cepat yang dapat merusak sendi, atau terlalu lambat yang menunda siap kawin.
2. Kesehatan
Terapkan program vaksinasi
- Brucellosis,
- BVD, IBR
- Pengendalian parasit internal/eksternal secara rutin.