Tips untuk Mahasiswa Doktoral: Mengatasi Stres selama Studi di Korea Selatan

Baca Artikel lengkapnya di Web Korea net KLIK DISINI

Memilih negara untuk studi doktoral sangat penting, karena pilihan negara yang tepat dapat memberikan dampak yang besar pada kesuksesan akademik dan karir masa depan. Korea Selatan, selain memiliki budayanya yang khas dan unik, juga menawarkan berbagai program penelitian dan riset yang canggih di bidang teknologi, sains, dan seni. Faktor tersebut menjadikan Korea Selatan menjadi destinasi studi yang semakin populer di kalangan mahasiswa internasional, termasuk penulis yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di departemen Animal Bio-Industry Chonnam National University.

Senangnya Menjadi Anak di Eorini Nal Sebuah Peringatan Hari Anak di Korea Selatan

Tulisan ini telah di Publikasikan di web Honorary reporters KLIK DISINI

Bulan Mei menjadi bulan yang ditunggu-tunggu anak-anak di Korea Selatan karena pada tanggal 5 Mei merupakan perayaan Hari Anak di Negeri Ginseng tersebut, yang dikenal sebagai Eorini Nal. Penulis yang merupakan pelajar internasional di Korea Selatan yang juga memiliki putri berumur 5 tahun turut serta memperingati hari anak di Korea Selatan. Asal usul Hari Anak di Korea dapat ditelusuri kembali ke era 1920-an, ketika penulis sastra Bang Jeong-hwan menyebut kata “eorini” untuk anak-anak. Sejak dekade 1970-an, Eorini Nal telah dijadikan sebagai hari libur nasional resmi di Korea.

Nusaibah Azkadina Muchlas, putri dari penulis, seminggu sebelum acara dilaksanakan mengabarkan dengan penuh semangat dan keceriaan bahwa sekolahnya mengundang para orang tua untuk merayakan hari besar tersebut bersama teman dan keluarga di sekolah. Orang tua dan keluarga siswa akan datang ke sekolah untuk menonton pertunjukan anak-anak dan memberikan dukungan pada anak-anak mereka. Acara dibuka dengan sambutan kepala sekolah Youchiwon (TK), dalam sambutannya beliau menyampaikan acara dan kegiatan peringatan hari anak ini untuk membantu anak-anak merayakan hari istimewa mereka dan juga memberikan pengalaman yang menyenangkan dan berharga bagi mereka. Perayaan hari anak bagi penulis memberikan kesan yang sangat menyenangkan karena bersama keluarga di Korea Selatan, membuat kami, keluarga Indonesia tersebut, semakin dekat dengan budaya lokal dan meningkatkan persahabatan antara anak kami dan anak-anak di Korea Selatan.

Setiap anak mendapatkan hadia dari sekolah (Sumber foto: Muchlas)

Kegiatan-kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan berbagai macam hal seperti pertunjukan seni, panggung musik, dan kegiatan merangkai bunga oleh orang tua dan siswa. Pada akhir kegiatan, sekolah melalui anggaran pendidikan pemerintah kota membagikan hadiah ke masing-masing anak. Acara berakhir pada jam makan siang, sesampainya di rumah penulis memberikan kejutan dengan memberikan hadiah juga yaitu sebuah boneka 하츄핑 (Hachuping) yang merupakan salah satu figur serial animasi Catch! Teenieping yang sedang sangat populer di kalangan anak perempuan di Korea Selatan. Setelah makan siang dan beristirahat sorenya penulis mengajak berjalan-jalan di taman dan tempat bermain serta melihat matahari terbenam di pantai Dongdaemun Busan. Selain kami, banyak juga keluarga-keluarga Korea yang menghabiskan waktu bersama dengan piknik dan bermain bersama untuk merayakan hari anak.  Penulis ingin menjadikan pengalaman merayakan Eorini Nal bagi sang anak menjadi hari spesial yang tidak terlupakan selama anak tinggal di Korea Selatan.

Pada hari anak di Kore Selatan penulis memberikan hadiah spesial dan mengajak jalan-jalan agar menjadi hari spesial dan teringat selalu sebagai memori indah di Korea Selatan