Kembali dan Mengabdi: Cerita dari Sekolah Lapang Peternakan Sapi Perah di Jabung

Setelah sekian tahun menempuh studi doktoral di Korea Selatan dan meneliti tentang pengelolaan peternakan sapi perah berbasis teknologi, saya kembali ke tanah air dengan semangat yang sama: membangun peternakan rakyat Indonesia yang lebih maju. Hari Sabtu, 10 Mei 2025, menjadi momen yang sangat berarti bagi saya secara pribadi—karena untuk pertama kalinya sejak kembali, saya bisa terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Bersama Research Group (RG) Dairy Animals Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan berkolaborasi dengan KAN Jabung, kami resmi membuka Sekolah Lapang Peternakan Sapi Perah. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula KAN Jabung dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Peternakan UB, Prof. Dr. Ir. Halim, M.P., IPU. Acara juga turut dibuka oleh Kepala Sekolah KAN Jabung serta Ketua RG Dairy Animals, Prof. Dr. Tri Ekosusilowati.

Sekolah lapang ini dirancang untuk memberikan bekal praktis dan aplikatif kepada para peternak mitra. Program akan berlangsung selama 8 kali pertemuan, terdiri atas sesi teori dan praktik langsung di lapangan. Yang membuat saya bangga, seluruh pemateri berasal dari RG Dairy Animals—yang tidak hanya dosen, tetapi juga peneliti aktif yang terjun langsung dalam isu-isu peternakan sapi perah.

Pada sesi pembukaan, saya mendapatkan kesempatan menyampaikan materi tentang tren industri peternakan sapi perah di Indonesia dan luar negeri. Saya berbagi cerita dan pembelajaran dari Korea Selatan—bagaimana negara dengan keterbatasan lahan dan iklim dingin bisa mengembangkan sistem peternakan sapi perah yang sangat efisien dan berbasis data. Saya juga menekankan pentingnya mindset modernisasi dan digitalisasi, bahkan pada skala peternakan kecil dan menengah.

Dekan Fakultas Peternakan UB juga memberikan pesan kuat kepada para peserta: bahwa perubahan dan kemajuan sektor peternakan hanya bisa dicapai jika ada sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemauan untuk belajar. Sekolah lapang ini adalah langkah awal kecil, tetapi dengan dampak yang bisa sangat luas.

Bagi saya pribadi, ini bukan sekadar program kerja. Ini adalah bentuk rasa terima kasih kepada tanah kelahiran saya, dan langkah awal dari sekian banyak kontribusi yang ingin saya berikan kepada peternakan rakyat Indonesia.

Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata, dan semoga semangat berbagi ilmu terus tumbuh di antara kita semua.