Peluang Pasca Studi di Korea Selatan

Tulisa ini akan membahas entang potensi dan peluang studi di Korea selatan yang mungkin selama ini orang idak banyak tau.

1. Bisa Mendapatkan Double Funding Beassiwa

Pemberi beassiwa GKS tidak melarang awardeenya untuk mendapatkan tambahan uang saku dari Gaji Laboratorium. Pada dasarnya di Korea selatan mahasiswa yang bekerja di Lab dan tergabung dalam sebuah prject berhak untuk mendapatkan gaji dari project tersebut. Bagi yang mendapatkan professor yang baik bisa mendapatkan cukup banyak ang dari Laboratorium.Pada beberapa kasus ada teman saya yang sepulang studi di Korea Selatan dapat membeli rumah secara cash di perumahan mewah seharga 800an juta. Teman saya juga ada yang mendapatkan kesempatan berangkat haji di Korea selatan tanpa antri dari hasil menabung uang gaji dari laboratorium.

2. Kesempatan Studi Lanjut S-3 atau Post-Doctoral di lab

Hampir semua yang studi di lab besar atau memiliki banyak project funding akan di berikan tawaran oleh professornya untuk lanjut studi S-3 dan lanjut Post-Doctoral di Lab tersebut. alasannya kita sudah beradaptasi dengan sistem kerja mereka dan sudah banyak mengetahui backround studi mereka sehingga lebh mudah dalam melaksanakan project. Selain itu kita juga akan leih mudah mendapatkan kesempatan mendapatkan rekomendasi dari prof ke lab lainnya di luar negeri dari jaringan internaionalnya.

3. Kesempatan mengikut konference di luar negeri dan luar kota

Setiap lab di korea akan memberikan kesempatan kit untuk mempresentasikan hasil penelitian kita di sebuah konference. Setiap konference yang kita ikuti full di cover atau dibiayai dari funding project sehingga kita tidak perlu lagi untuk membayar. Pada konference juga akan dipilih presenter terbaik sehingga bisa menambah uang dan juga mendapatkan perhatian dari peneliti lainnya. Konference ini jua menjadi ajang jalan-jalan dan refrsing diri yang kita banyak bekerja di laboratorium.

4. Kesempatan bekerja di Lab lain di dalam dan luar negeri

Beberapa professor memiliki jaringan research kuat di dalam dan luar negeri sehigga terkadang kita dikirim ke lab teman atau jaringan professor untuk belajar dan melakukan analisis. Teman saya ada yang di kirim ke finladia, amera serikat setiap semesternya untuk belajar ke lab rekannannya.

5. Kesempatan bekerja di luar negeri

Pasca kelulusan di Korea selatan mahasiswa asing di berikan kesempatan untuk mencari pekerjaan dengan apply visa D10 atau visa Pencari Kerja. Ulasan tentang visa pencari kerja ini bisa di chck di tulisan ini Klik disini.

Membuat visa D-10 (Visa Pencari Kerja) di Korea Selatan

Visa D-10 atau “Visa Pencari Kerja” adalah salah satu opsi terbaik bagi mahasiswa asing yang telah lulus dari perguruan tinggi di Korea Selatan dan ingin tinggal lebih lama untuk mencari pekerjaan. Berikut adalah panduan lengkap tentang proses mendapatkan visa D-10 pasca lulus berdasarkan pengalaman pribadi setelah lulus dari Chonnam national University.

1. Apa Itu Visa D-10?

Visa D-10 adalah visa yang diberikan kepada pencari kerja yang ingin tinggal di Korea Selatan sementara waktu untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja mereka. Visa ini memungkinkan lulusan perguruan tinggi untuk tinggal di Korea selama 6 bulan dengan opsi untuk diperpanjang hingga maksimal 2 tahun. Bagi lulusan baru visa ini menjadi peluang bagus untuk mencari opsi pekerjaan seperti Postdoc atau industri. Penerima beasiswa GKS tidak ada ikatan untuk kembali ke Indonesia atau ke negara asal sehingga kita masih bisa menggunakan visa ini untuk eksplorasi peluang kerja lainnya di korea selaan atau di negara lain. Kita bisa tetap tinggal di Korea secara legal sambil mencari pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi Anda. Selain itu juga memberikan waktu yang cukup bagi Anda untuk mengeksplorasi peluang kerja di berbagai industri,

Mendapatkan pengalaman tinggal di Korea pasca kelulusan, yang bisa memperkaya jaringan profesional kita. Saya mengunakan visa ini untuk bisa jalan-jalan terlebih dahulu untuk menikmati keindahan negeri gingseng. Pada kasus ini saya sarankan untuk menabung selama mendapatkan beassiwa. Banyak juga dengan visa ini kerja partimer tipis-tipis asal hati-hati. Visa ini hanya memperbolehkan ikut traini atau pelatihan dan belum menjadi pekerja.

2. Syarat Mendapatkan Visa D-10

Untuk mendapatkan visa D-10, Anda harus memenuhi beberapa syarat dengan sistem poin. Berikut ini poin untuk visanya Klik disini

sebagai berikut poin-poin utamanya:

  • Telah lulus dari universitas di Korea Selatan (minimal S1 atau yang lebih tinggi). Semakin tinggi tingkat studinya maka semakin tinggi jga poin yang bisa didapatkan.
  • Memiliki sertifikat kelulusan atau ijazah dari universitas yang diakui di Korea Selatan.
  • Bukti bahwa Anda sedang dalam proses mencari pekerjaan, seperti pendaftaran pada situs kerja atau korespondensi dengan perusahaan, melampirkan planning dalam 6 bulan melakukan apa saja untuk meningkatkan kompetensi dalam mencari kerja.
  • Paspor yang masih berlaku.
  • Bukti alamat tempat tinggal di Korea (kontrak apartemen atau bukti akomodasi lain).

3. Dokumen yang Dibutuhkan

Beberapa dokumen yang umumnya diperlukan untuk pengajuan visa D-10 meliputi:

  • Formulir aplikasi visa yang sudah diisi (Application Form).
  • Paspor asli dan fotokopi paspor.
  • Foto ukuran paspor (3,5 cm x 4,5 cm).
  • Ijazah atau sertifikat kelulusan dari universitas di Korea Selatan.
  • Planning untuk Mencari Kerja selama 6 bulan
  • Sertifikat topik jika memiliki

4. Prosedur Pengajuan Visa D-10

Berikut langkah-langkah dalam mengajukan visa D-10 di Korea Selatan:

  1. Persiapkan Dokumen
    Kumpulkan semua dokumen yang diperlukan dan pastikan semuanya sudah lengkap.

  2. Kunjungi Kantor Imigrasi
    Anda perlu datang langsung ke Kantor Imigrasi di wilayah tempat Anda tinggal. Namun kita harus melakukan reservasi emlalui web Hi-Korea terleih dahulu.

  3. Isi Formulir Aplikasi
    Formulir aplikasi visa D-10 dapat diunduh dari situs web Korean Immigration Service atau diambil langsung di kantor imigrasi.

  4. Pembayaran Biaya
    Anda perlu membayar biaya pengajuan visa yang berkisar sekitar 100.000 untuk visa dan  30.000 KRW untuk ARC. Jika dikirim ke rumah nambah 3000 KRW.

  5. Tunggu Proses Visa
    Proses pengajuan biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 4 minggu. Pastikan untuk memeriksa status pengajuan secara berkala.

5. Perpanjangan Visa D-10

Jika Anda belum mendapatkan pekerjaan dalam jangka waktu 6 bulan, Anda bisa mengajukan perpanjangan. Namun, Anda harus menunjukkan bukti aktif bahwa Anda terus mencari pekerjaan, seperti korespondensi dengan perusahaan, wawancara, atau lamaran kerja yang telah diajukan.

6. Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

  • Selama memiliki visa D-10, Anda tidak diizinkan bekerja secara penuh. Namun, Anda dapat melakukan kegiatan seperti magang yang tidak dibayar atau part-time yang terkait dengan bidang Anda.
  • Setelah mendapatkan tawaran pekerjaan, Anda harus mengubah visa D-10 menjadi visa kerja yang sesuai, seperti E-7 (Visa Pekerja Asing).
  • Pastikan untuk terus mematuhi aturan visa selama proses pencarian kerja agar tidak melanggar undang-undang imigrasi Korea.

Poin Visa D-10

Tabel skor visa D10

Sebagai Delegasi PCINU KORSEL Rangkernas LAZISNU 2024

Pada awal tahun 2024, tepatnya pada 6-9 september 2024 saya mendapatkan kehormatan untuk mewakili Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rangkernas) LAZISNU 2024 di Jakarta. Pada Rangkernas kali ini di ikuti oleh  17 LAZISNU PWNU, 144 LAZISNU PCNU, dan 7 LAZISNU PCINU, dengan total 242 peserta. Rakernas LAZISNU kali ini berfokus pada strategi penyaluran bantuan terhadap permasalahan kemanusiaan yang terjadi di Palestina serta tema yang di usung adalah “unlocking Potential of amil zakat in the digital era”.

LAZISNU PBNU Gelar Rakernas Jumat-Ahad Besok

Sebuah kesempatan yang sangat berharga dan tidak terduga, yang memberikan saya banyak pelajaran dan inspirasi mengenai pentingnya peran diaspora NU di seluruh dunia, khususnya dalam mendukung program sosial, ekonomi, dan keagamaan di tanah air melalui platform LAZISNU.Pada kesempatan ini berbarengan dengan saya pulang ke Indonesia sehingga saya bisa join kegiatan rangkernas ini di Jakarta.

PCINU Korea Selatan, seperti cabang istimewa NU lainnya di luar negeri, memiliki tantangan yang unik. Kami harus menjembatani peran sebagai diaspora di negara maju dengan menjaga identitas keagamaan dan budaya Nusantara, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam membantu pengembangan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran kami di Rangkernas LAZISNU ini diharapkan bisa memperkuat sinergi global dalam membangun umat dan bangsa.

Acara Rangkernas LAZISNU 2024 berlangsung di Jakarta, yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai cabang NU dari seluruh Indonesia, serta beberapa cabang istimewa di luar negeri, termasuk dari Korea Selatan. Suasana penuh semangat terasa sejak hari pertama. Semua peserta tampak antusias untuk berbagi ide, pengalaman, dan solusi untuk meningkatkan efektivitas program-program LAZISNU.

Pada sesi pertama, saya bersama delegasi lainnya diperkenalkan dengan beberapa pencapaian terbaru LAZISNU, termasuk program-program pengentasan kemiskinan, bantuan bencana alam, dan beasiswa pendidikan untuk anak-anak kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia. Dari sini, saya semakin menyadari betapa luasnya cakupan kerja LAZISNU dan betapa besar kontribusinya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai delegasi dari Korea Selatan, kami mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana komunitas Indonesia di Korea Selatan, di bawah naungan PCINU, turut berpartisipasi dalam program penggalangan dana untuk kegiatan sosial. Salah satu contoh nyata adalah kegiatan fundraising yang kami lakukan untuk membantu korban bencana alam di Indonesia, yang mendapatkan respons positif dari masyarakat Indonesia di Korea Selatan.

Rangkernas LAZISNU 2024 memberikan banyak pelajaran berharga bagi kami. Pertama, pentingnya kolaborasi lintas batas negara. PCINU di luar negeri harus terus menjaga hubungan erat dengan LAZISNU di Indonesia untuk memastikan program-program sosial yang kami lakukan dapat terkoordinasi dengan baik dan tepat sasaran. Kedua, peran diaspora Indonesia, terutama yang berafiliasi dengan NU, sangat vital dalam mendukung keberlanjutan berbagai program sosial, ekonomi, dan pendidikan yang diinisiasi oleh NU.

Selain itu, melalui diskusi dengan delegasi dari berbagai daerah, saya belajar tentang tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Hal ini menjadi pengingat betapa pentingnya peran LAZISNU dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia. Saya merasa tergerak untuk semakin aktif dalam mengajak diaspora Indonesia di Korea Selatan untuk berkontribusi lebih besar lagi dalam mendukung program-program LAZISNU ke depannya.

Kehadiran saya sebagai delegasi PCINU Korea Selatan di Rangkernas LAZISNU 2024 menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Saya melihat langsung bagaimana dedikasi para pengurus LAZISNU dalam melayani umat dan bangsa, serta bagaimana kolaborasi antara cabang-cabang NU di dalam dan luar negeri dapat memperkuat jaringan sosial yang lebih luas.

Harapan saya ke depannya adalah agar PCINU Korea Selatan bisa semakin memperkuat peran serta dalam program-program LAZISNU, serta menjadi jembatan yang kokoh antara diaspora Indonesia di Korea Selatan dengan masyarakat di tanah air. Saya juga berharap semoga sinergi ini terus berkembang, sehingga kita semua, di mana pun berada, dapat terus berkontribusi dalam membangun umat yang lebih sejahtera dan berdaya.

Rangkernas LAZISNU 2024 bukan hanya tentang rapat kerja, tetapi tentang komitmen bersama untuk terus membangun masa depan yang lebih baik bagi umat dan bangsa, dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang khas dari NU.