Perkandangan sapi perah merupakan salah satu aspek penting dalam sistem produksi susu. Kandang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sapi, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas sapi perah. Pengelolaan kandang yang baik dapat meningkatkan produksi susu, menurunkan risiko penyakit, dan menunjang kesejahteraan hewan.
Faktor Dasar Perkandangan Sapi Perah
Kunci utama sistem perkandangan sapi perah adalah Kenyamanan. Kenyamanan dari ternak di lihat dari poin-poin berikut:
1. Suhu Lingkungan
Suhu merupakan faktor lingkungan paling kritis bagi sapi perah, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Suhu yang sesuai dengan kebutuhan fisiologis ternak akan menjaga performa, nafsu makan, produksi susu, dan kesehatan tetap optimal. Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan heat stress, yang berdampak pada penurunan konsumsi pakan, gangguan reproduksi, dan penurunan produksi susu. Sebaliknya, suhu yang terlalu dingin dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan kebutuhan energi ternak. 

Untuk menjaga kenyamanan suhu, beberapa aspek harus diperhatikan:
Ventilasi yang baik untuk memastikan pertukaran udara berjalan optimal dan mengurangi gas berbahaya seperti amonia.
Sirkulasi udara yang lancar membantu mendinginkan ternak dan menstabilkan kelembapan lingkungan.
Tingkat kelembapan yang ideal sangat penting, karena kelembapan tinggi meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan memperparah efek panas.
Desain atap yang baik, seperti kemiringan yang cukup, ketinggian yang memadai, dan penggunaan bahan atap yang tidak menyerap panas berlebih.
Pemilihan bahan atap yang mampu memantulkan panas atau memberikan insulasi tambahan untuk menjaga suhu tetap stabil.
2. Kebersihan Lingkungan
Kebersihan kandang menjadi faktor penting dalam mencegah infeksi dan penyakit. Lingkungan yang bersih mengurangi risiko mastitis, penyakit kulit, diare, serta menekan pertumbuhan bakteri, parasit, dan lalat.
Penekanan pada kebersihan mencakup:
Pengelolaan kotoran yang baik dan rutin.
Sistem drainase yang optimal untuk mencegah genangan.
Alas kandang atau bedding yang kering, bersih, dan diganti secara berkala.
Penyediaan area khusus untuk mandi atau pencucian ambing sebelum pemerahan.
Kebersihan yang terjaga secara konsisten akan meningkatkan kenyamanan ternak dan berkontribusi pada kualitas produksi susu yang lebih baik.
3. Pakan dan Air
Ketersediaan pakan dan air yang mudah diakses merupakan bagian penting dari kenyamanan ternak. Desain kandang harus memudahkan sapi dalam memperoleh pakan berkualitas serta air minum bersih sepanjang waktu.
Beberapa prinsip penting:
Tempat pakan (feed bunk) harus mudah diakses dan memiliki ketinggian yang sesuai dengan postur sapi.
Air minum harus tersedia ad libitum, bersih, dan terjamin kualitasnya.
Sistem distribusi pakan yang efisien, termasuk jalur untuk kendaraan pakan atau penggunaan feed alley.
Penempatan tempat minum pada area strategis agar tidak mengganggu pergerakan ternak.
Ketersediaan nutrisi dan air yang baik berdampak langsung pada performa produksi, kesehatan, dan kenyamanan sapi perah.
4. Ternak (Fokus Kesejahteraan Hewan)
Kesejahteraan hewan (animal welfare) merupakan konsep dasar dalam manajemen kandang modern. Pengaturan tata laksana perkandangan harus mempertimbangkan naluri alami ternak dan kondisi fisiologisnya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Kepadatan kandang tidak boleh melebihi kapasitas, agar ternak bebas bergerak dan tidak stres.
Perilaku alami ternak, seperti berdiri, berbaring, menjilat, dan berjalan, harus difasilitasi melalui ruang yang cukup.
Penanganan ternak harus dilakukan dengan cara yang ramah, menghindari perlakuan kasar.
Fasilitas kandang, seperti tempat berbaring (stall) yang nyaman, lantai yang tidak licin, dan area pemerahan yang aman.
Ternak yang dipelihara dengan memperhatikan kesejahteraannya akan menunjukkan performa produksi yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah.
5. Kesehatan ternak dan Biosecurity
Kandang khusus untuk ternak yang memerlukan perlakuan khusus atau sedang sakit. Penyediaan ruangan khusus obat hewan
6. Pencahayaan dan penerangan
Pencahayaan dan penerangan yang baik merupakan faktor lingkungan penting yang mempengaruhi perilaku dan pola makan ternak, khususnya sapi perah. Intensitas cahaya yang cukup membantu merangsang aktivitas harian ternak, termasuk aktivitas makan, karena sapi cenderung lebih aktif dan lebih sering mengonsumsi pakan pada kondisi terang dibandingkan gelap. Cahaya juga berperan dalam mengatur ritme sirkadian melalui pengendalian hormon melatonin, sehingga pola makan ternak menjadi lebih teratur dan stabil. Pemberian pencahayaan dengan durasi panjang atau long-day lighting (sekitar 16 jam terang dan 8 jam gelap) terbukti meningkatkan konsumsi bahan kering (Dry Matter Intake/DMI) yang berdampak pada meningkatnya produksi susu. Sebaliknya, pencahayaan yang buruk atau redup dapat membuat ternak pasif, menurunkan nafsu makan, serta meningkatkan stres lingkungan. Oleh karena itu, pengaturan pencahayaan yang optimal tidak hanya berfungsi untuk visibilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas ternak perah.