1. Jenis dan Karakteristik Limbah Ternak Perah
| Jenis Limbah | Asal | Kandungan Utama | Dampak Lingkungan |
|---|---|---|---|
| Feses | Pencernaan ternak | Bahan organik, N, P, K | Menyebabkan bau, pencemaran air |
| Urin | Ekskresi metabolit | Nitrogen (urea), amonia | Pencemaran udara dan air |
| Air limbah | Cucian kandang, peralatan pemerahan | Bahan organik, mikroba | Menyebabkan eutrofikasi |
| Gas emisi | Fermentasi dan dekomposisi | CH₄, CO₂, NH₃ | Gas rumah kaca, bau |
| Limbah padat lain | Sisa pakan, jerami, litter | Serat kasar, bahan organik | Potensi pupuk atau kompos |
Manajemen limbah bertujuan untuk:
Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Memanfaatkan limbah sebagai sumber energi, pupuk, atau bahan pakan.
Menjamin kesehatan ternak dan pekerja dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang.
Mendukung konsep pertanian sirkular (zero waste farming).
Prinsip utama manajemen limbah:
Reduce (mengurangi limbah sejak sumbernya).
Reuse (menggunakan kembali limbah yang masih berguna).
Recycle (mengolah kembali menjadi produk baru bernilai ekonomi).
Aspek Lingkungan dan Regulasi
Penerapan manajemen limbah harus memperhatikan:
Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan Menteri LHK No. P.101/2018 tentang Pengelolaan Limbah Non-B3.
Standar BOD ≤ 150 mg/L dan COD ≤ 300 mg/L untuk limbah cair peternakan sebelum dibuang ke lingkungan.