Menyiapkan Generasi Emas

Seperti halnya  sebuah hadist 

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’, No. 3289).

Hadist tersebut menekankan sebagi umat terbaik nabi Muhamad SAW kita harus menjadikan perjalanan hidup kita sebagai pribadi yang bermanfaat bagi umat yang lain. selain itu almarhum bapak juga pernah berpesan 

” Berkarya menjadikanmu berharga, Berbagi Menjadikanmu Berarti”

 

Selain itu sebagai Alumni Mahasiswa Bidikmisi dan Alumni Mahasiswa penerima beasiswa LPDP memiliki tanggung jawab besar sebagai orang terdidik seperti halnya pesan dari Bapak Anis baswedan dalam program Indonesia Mengajar. “

 

Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah “dosa” setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.”

― Anies Baswedan

Latar belakang tersebut yang membuat ingin banyak mencetak generasi-generasi hebat. Beberapa teman dan junior alhamdulilah sedikit mempercyakan saya untuk meminta untuk diskusi tentang ide, pengalaman, planning karir atau keilmuan. 

 
Bioty Team
LKTIN UB 2023

Program I-STEP 2012

Recognition and Mentoring Program-lnstitut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) mengundang mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di seluruh lndoensia untuk mengikuti Pelatihan Intensive-Student Technopreneurship Program 2012 (i-STEP 2012) yang diselenggarakan pada tanggal 2 – 16 Juli 2012 sekitar 2 Minggu. Program tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas technopreneurship mahasiswa dalam mengembangkan ide teknologi sarnpai dapat menciptakan nilai/dampak positif untuk masyarakat miskin dan pembangunan berkelanjutan. 

Melalui program pelatihan tersebut diharapkan sikap mental inventif dan inovatif serta keahlian technopreneurship mahasiswa dapat meningkat dan dapat menyusun proposal/rencana usaha yang berkualifikasi untuk mengikuti Program Prementoring RAMP-IPB atau fasilitasi  inkubasi RAMP Indonesia. Selama 6 tahun penyelenggaraan i-STEP, RAMP-I PB telah berhasil mencetak mahasiswa-mahasiswa berjiwa technopreneur yang ikut berperan aktif dalam mengembangkan kewirausahaan berbasis teknologi di masyarakat.  httg://ramp.ipb.ac.id/. 

I-step memberikan banyak pengalaman dan akupun mendapatkan banyak kenalan.

Pengalaman Mengikuti Program Praktisi Mengajar

Praktisi Mengajar adalah Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. Program ini mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna antar sivitas akademika di perguruan tinggi dan profesional di dunia kerja. Kolaborasi ini dilakukan dalam mata kuliah yang disampaikan di ruang kelas baik secara luring maupun daring.

Alhamdulilah pada program Praktisi mengajar saya tergabung di 3 Kampus yaitu:

1. Kampus Politeknik Pertanian Payakumbuh dengan Mata Kuliah Nutrisi Ternak Ruminansia

2. Prodi Peternakan Universitas Muhamaddiyah Purworejo dengan Mata Kuliah Ilmu Ternak Potong

3. Jurusan Peternakan Universitas Islam Malang dengan Mata kuliah Industri Ternak Potong

Background pendidikan, pengalaman kerja dan penelitian fokus ke ilmu nutrisi dan produksi ternak ruminansia sehingga cukup bisa memberika refresh materi dan sudut pandang baru ke Mahasiswa mengenai keilmuan ternak ruminansia. Banyak mahasiswa yang tertarik dengan cerita dan pengalaman saya saat bekerja dan magang di Australia dan saat saya bekerja di Selandia Baru. Harapannya dengan banyak saya memberika ilmu tersebut dapat memberikan gambaran potensi pekerjaan besar ketika lulus sebagai sarjana peternakan. 

 Referensi

https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/457366/agriculture-expert-dari-industri-di-korsel-sharing-perbedaan-kondisi-peternakan-di-indonesia-lewat-program-praktisi-mengajar

https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/454011/fapet-unisma-malang-berkolaborasi-dengan-industri-peternakan-multi-nasional-dalam-program-praktisi-mengajar

Program Praktisi Mengajar
Program Praktisi Mengajar Muchlas

Bekerja atau Lanjut Kuliah??

Sebuah pertanyaan klasik dari seorang sarjana yang berada di ujung kelulusan studi s1 nya. Pada dasaranya pilihan bekerja dan studi lanjut tergantung dari keadaan pribadi masing-masing. pada kondisi saat aku lulus juga mengalami kegalauan yang sama. Kedua pilihan tersebut tidaklah mudah bagiku karena harus banyak faktor yang harus di pertimbangkan. Aku S-1 adalah lulusan dari program beasiswa BIDIK MISI yang merupakan beasiswa pemerintah RI untuk kalangan mahasiswa kurang mampu untuk dapat mencicipi pendidikan di Perguruan tinggi. Latar belakang keluarga yang masih kekurangan memaksa aku untuk segera menghasilkan uang dan membantu perekonomian keluarga. 

Kegalauan pertama datang ketika aku duduk disemester 6. Pada tahun terakhir studiku aku mendapatkan tawaran beasiswa dari perusahaan feedlot terbesar di Indonesia sebesar 10 juta dan recruitment langsung ketika lulus. Pada waktu yang sama PD1 juga menawarkan beasiswa lanjut bernama Fast track. Beasiswa fast track merupakan beasiswa pilihan untuk melanjutkan studi S-2 langsung di semester 6 sehingga hanya butuh 5 tahun sudah bisa lulus S-1 dan S-2. Beasiswa ini hanya mencakup biaya pendidikan namun tidak menanggung biaya hidup. Pada akhirnya aku menerima tawaran untuk beasiswa perusahaan karena bisa mengajak 6 teman seangkatanku untuk bekerja juga di perusahaan yang sama.

Pada tahun kelulusan ternyata Allah Azza wa Jalla memberikan jalan lain yaitu aku di tawari dengan bekerja di Luar negeri oleh dosen pembimbing skripsiku. Hidup adalah membuat pilihan sehingga aku mengembalikan beasiswa dari sebuah perushaan tersebut dan aku memilih bekerja di Luar negeri. Pengalaman baru dan kebutuhan akan uang juga menjadi pertimbanganku untuk memilih bekerja di luar negeri.

Studi lanjut adalah sebuah impian bagiku. Menempuh jenjang studi tertinggi adalah cara dariku untuk memotivasi keluargaku untuk berusaha meraih impian. Menjadi role model keluarga dimana aku adalah anggota keluarga yang dapat meraih impian meskipun keadaan keluarga kami serba kekurangan. Aku ingin menjadi sebuah sejarah keluarga dan menjadi motivasi bagi lingkunganku bahwa ketika allah berkhendak maka tidak ada yang tidak mungkin. 

Setelah 3 tahun bekerja aku berniat untuk menikah dan kemauanku untuk menikah tersebut menjadi jalan juga untuku mengejar impian. Alhamdulilah aku mendapatkan beasiswa LPDP dan bisa studi lanjut S-2 dan S-3 dengan beasiswa GKS. Pengalaman kerja membuatku lebih dewasa dan mencetak mentalku lebih kuat. teman-teman juga dengan bekerja dahulu maka kita juga lebih percaya diri dengan kemampuan di lapangan khususnya kita sebagai sarjana peternakan. Sebagai sarjana peternakan kita wajib bisa berpikir kritis dan mampu mengembangkan ilmu. so sebaiknya jika ingin studi lanjut lebih baik teman-teman belajar lapangan terlebih dahulu.

Program Northern Territory Indonesian 360 Program (NTI360)

NTI360 adalah program kelajutan dari program NIAPP (The NTCA Indonesia Australia Pastoral Program) yang sempat berhenti dikarenakan pandemi. Sejarah program NIAPP di awali pada bulan maret 2012 dengan adanya Memorandum of Undestanding (MoU) antara The northern territory cattlemen’s Association (organisasi peternak sapi potong di Australia utara), ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia), UNPAD dan UB. berikut ini sekilas pandang program niapp di web NTCA (Klik disini).

berikut ini gambaran kegiatan saat pada tahun 2012

Laporan PKL bisa di download (Klik disini)

PPT Ujian PKL muchlas (Klik disini)

Program ini tahun ini di tambah dengan program Biosecurity yang pada tahun 2022 sudah dilakukan pilot project dengan pengiriman mahasiswa dari fakultas peternakan UGM (klik disini). 

Program ini memiliki keberlajutan karena setelah lulus pun alumni mendapatkan bimbingan dan program lanjutan untuk alumni dari pihak pemerintah australia maupun pemerintah Indonesia.

Kriteria kandidat yang di inginkan

-Memiliki mental yang kuat karena program ini adalah program pengalaman kerja di Australia

– Kandidat diharapakan nantinya mau mengembangkan industri sapi potong Indonesia

Pengalaman Check Kesehatan Anak Gratis di Korea Selatan

Kesehatan merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor utama, yaitu faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Bagi pemegang asuransi kesehatan nasional korea atau juga di sebut NHIS mendapatkan cek kesehatan dan tumbuh kembang anak gratis dari pemerintah Korea. Setelah 1 tahun berada di Korea kami mendapati sebuah surat dari NHIS untuk dapat memeriksa kesehatan anak kami.

Fasilitas ini adalah salah satu benefit berkuliah di Korea selatan dengan Beasiswa GKS (Global Korea Scholarship). Pemerintah juga mengcover asuransi kesehatan kita selama belajar di Korea Selatan. Asuransi yang di cover sudah termasuk asuransi keluarga. Fasilitas kesehatan ini alhamdulilah bisa bermanfaat untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak layaknya anak-anak di Korea Selatan.

Cek kesehatan dapat dilakukan di rumah sakit anak di setiap daerah di Korea Selatan. cukup menunjukan resident card anak ke tempat pendaftaran dan konfirmasi kita ingin melakukan full kids medical check up. Petugas akan mengarahkan ke beberapa pos untuk mengecek.

Juara 2 Lomba Artikel Masa depan Susu Indonesia

Susu merupakan salah satu produk pertanian yang paling dikenal oleh masyarakat. Kandungan gizi yang tinggi membuat susu menjadi salah satu sumber protein hewani yang sering di konsumsi. Jumlah konsumsi susu dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan, tetapi produksi susu nasional belum mampu memenuhi seluruh permintaan tersebut. Kekurangan produksi susu tersebut dipenuhi melalui impor. Ketergantungan impor Indonesia terhadap susu impor sangat tinggi, yaitu di atas 70%. Pemerintah sendiri telah meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan produksi susu domestik. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dalam upaya peningkatan produksi susu nasional, misalnya sebagian besar produksi susu di Indonesia masih dilakukan oleh peternak dengan skala yang kecil yaitu dengan kepemilikan 2-3 ekor sapi, umur peternak yang semakin menua, kesulitan dalam pengadaan pakan, distribusi dan adopsi teknologi dan lainlain. Berbagai macam tantangan tersebut membuat semua pihak harus bekerjasama untuk menghadapinya, maka dilakukan kerjasama antara Departemen Ilmu Ekonomi IPB didukung oleh Adelaide University melalui skema kerjasama yang didanai oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR). Skema kerjasama tersebut tertuang dalam program kemitraan penelitian antara Australia dan Indonesia yang berjudul “Improving milk supply, competitiveness and livelihoods of smallholder dairy chains in Indonesia (IndoDairy)”. IndoDairy bertujuan untuk meningkatkan pasokan (kuantitas dan kualitas) susu dari peternak sapi perah rakyat, khususnya di Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Utara. Program ini menekankan pentingnya kemitraan dalam rantai nilai susu untuk memberikan dampak positif bagi peternak sapi perah, koperasi susu, industri, dan konsumen. Program tersebut tentunya membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, salah satunya dengan melibatkan peran generasi muda (youth). Maka dari itu, salah satu kegiatan dari program ini adalah untuk mengumpulkan gagasan generasi muda terkait pengembangan sektor susu di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan dengan menggelar lomba penulisan artikel ilmiah dengan topik “Masa Depan Industri Susu di Indonesia”. Lomba penulisan artikel tersebut terbuka untuk umum dengan tujuan menjaring ide inovatif dari segala kalangan dan berbagai disiplin ilmu para generasi muda. Dari hasil lomba penulisan artikel terpilih tiga pemenang, yaitu Muhammad Reza Pratama (IPB University) sebagai juara pertama, Safitri (Universitas Brawijaya) sebagai juara kedua, dan Siti Patimah Zahro (IPB University) sebagai juara ketiga. Penyelenggaraan lomba menulis artikel ilmiah ini disambut antusias oleh generasi muda dengan terkumpulnya 103 artikel dari berbagai penjuru wilayah Indonesia. Kemudian dari 103 artikel yang terkumpul, dipilih 35 artikel terbaik oleh tim IPB untuk dipubikasikan menjadi sebuah buku yang berisikan pandangan dari para generasi muda terkait pengembangan sektor susu di Indonesia. Program kerjasama ini tentunya sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 1, 2, 9, dan 13 yaitu, mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk, mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan mendukung pertanian berkelanjutan, membangun infrastruktur yang tangguh, industrialisasi yang inklusif, dan membantu pengembangan inovasi, serta memerangi perubahan iklim dan dampaknya. 

Link URL kegiatan ini adalah:  https://www.instagram.com/p/CVVRZrcPj19/?utm_medium=copy_link  https://www.instagram.com/p/CV2JBimPNJA/?utm_medium=copy_link

Perpanjangan Visa D-2 dan F-3 di Korea Selatan

Pada umumnya visa pelajar (D-2) di Korea Selatan diberikn 1 tahun sehingga setiap tahunnya wajib memperpanjang visa. Visa dependent Family (F-3) juga mengikuti visa kepala keluarga sehinngga setiap tahunnya juga wajib di perpanjang.  Perpanjangan visa bisa dilakukan sejak H-3 bulan. Pada kasus saya habis 2022 30 September tapi saya perpanjang di bulan juni karena visa istri habis di bulan agustus awal karena masa passport. Pada tulisan ini saya akan menjelaskan 2 metode perpanjangan visa karena saya juga melakukan 2 metode ini yaitu visa istri menggunakan metode Manual (Datang langsung ke kantor Immigrasi) dan Visa anak menggunaan Metode Online.

Tahap 1. Perpanjang Visa D-2

Syarat Visa D-2 atau Pelajar

– Fomulir Pendaftaran Visa (Download disini)

– Alien Regristration Card

– Copy of Passport

– Certificate Enrollment

– Academic Transcript

– Bukti Kemampuan Financial (Jika GKS lampirkan Surat eterngan Beasiswa GKS dan Surat undangan GKS)

– Kontrak Rumah

– Surat Keterngan dari Universitas (Minta ke OIA)

– Surat Reservasi immigrasi secara online

Semua berkas di urutkan dan jangan lupa reservasi jauh-jauh hari.

GKS Gratis untuk biaya visa hanya membayar 3500 won jika ARC ingin di kirim ke rumah

Tahap 2: Perpanjangan Visa F-3 Manual (Datang langsung ke Immigrasi)

Syarat Visa F-3

– Aplikasi Form

– Alien Registration Card

– Scan ARC suami atau Istri yang sudah di perpanjang

– Kontrak Rumah

– Form Confirmation of Residence/Accomodation (Download di Hi Korea)

– Untuk Istri Foto copy Buku Nikah

– Surat keterangan Pendaftaran Orang Asing (Minta Ke Kecamatan)

– Bank Balance 18 juta won atau 10 Juta won+ Surat Keterngan Beasiswa GKS/Professor sebesar 1 juta per bulan

Semua berkas di urutkan dan jangan lupa reservasi jauh-jauh hari. 1 orang aplikasi maka 1 reservasi

Biaya Perpanjangan 60.000,- Won

Tahap 2. Apply Visa Anak Via Online

Via online sebenarnya lebih mudah dan cepat dan biayanya juga selisih 10K won. Untuk perpanjangan visa Online cukup 50.000 won saja dan tinggal print masa perpnjangan ARC di Immigrasi. 

Syarat Sama saja dengan Manual tapi hanya perlu di scan. Nanti buat akun di Hikorea kemudian cari E Application submit document. Proses hanya 1 hari jika semua lengkap maka akan segera granted perpanjangan visanya.

 

Contoh Berkas Perpanjangan Visa

Confirmation-of-Resident-Accommodation

PELATIHAN BAHASA KOREA BEASISWA GKS

Setiap penerima beasiswa GKS dari Pemerintah Korea Selatan wajib mengikuti pelatihan beasiswa korea Selama 1 tahun. Pada masa saya mendapatkan beassiwa GKS pelatihan bahasa korea ini akan di laksanakan di kampus yang berbeda dari kampus kita studi namun saat ini pelatihan bahasa di lakasanakan di kampus yag sama dengan kampus pilihan studi. Pada kasus saya selama pelatihan bahasa korea saya mendapatkan tempat kursus di Kangwon National University yang terletak di Kota Chuncheon Provinsi Gangwondo. Selama studi Bahasa Korea 1 tahun di akhir pelatihan kita wajib Lulus TOPIK 3 jika tidak maka NIIED akan menarik kembali beasiswa dan kita disuruh pulang ke negara asal dengan biaya sendiri. Berdasarkan konteks ini kawan kaan yang sudah lolos belajar yang rajin selama pelatihan untuk bisa Lulus TOPIK 3.

Tips untuk bisa lolos topik 3 selama 1 tahun

1. Semenjak di umumkan sebagai penerima beassiwa GKS segera membeli buku-buku dasar belajar bahasa korea. Download buku bahasa korea bentuk PDF ata ikut kursus bahasa korea dasar online. Pengalaman pengumuman beassiwa pada bulan maret sehingga memiliki waktu sekitar 3 bulan karena keberangkatan Agustus.

2. Membuat kelompok belajar jadi selama pelatihan segera membuat kelompok belajar karena belajar bahasa korea dikelas hanya 4 jam sehari sehingga sisanya kita harus belajar mandiri.

3. Manfaatkan kesempatan tes TOPIK sebanyak-banyaknya. Jaah test TOPIK gratis dari NIIED adalah 2x namun kita bisa nambah test sendiri dengan biaya sendiri sehingga saat pertama kali datang segera daftar TOPIK dengan biaya sendiri.

4. Banyak-banyak menghafarl kosa kata


Fasilitas Selama Pelatihan Bahasa Korea

Kurikulum Pelatihan Bahasa Korea

TIPS Lulus TOPIK 3