PEKERTI

Pengalaman Mengikuti Pelatihan PEKERTI di Universitas Brawijaya

Sertifikat Pekerti

Sertifikat Pekerti merupakan salah satu dokumen penting yang perlu dimiliki seorang dosen sebelum mulai mengajar secara resmi. Program ini dirancang sebagai bentuk pelatihan dasar bagi dosen baru, agar memiliki bekal pengetahuan pedagogik, keterampilan mengajar, serta wawasan dasar mengenai proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Ketika saya kembali mengabdi di Indonesia, saya mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti pelatihan ini di Universitas Brawijaya (UB). Pada waktu itu, UB memberikan fasilitas bagi setiap fakultas untuk mengirimkan dosen barunya agar bisa mengikuti program Pekerti. Hal ini tentu menjadi langkah strategis, karena kualitas pengajaran di perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh kesiapan para pengajarnya.

Pelatihan Pekerti yang saya ikuti diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi Pembelajaran dan Pengembangan (DIPP) UB. Kegiatan berlangsung di Kantor Layanan Bersama, Lantai 8, mulai tanggal 16–23 Juni 2025. Selama delapan hari tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi seputar strategi pembelajaran, teknik penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester), metode evaluasi pembelajaran, hingga etika profesi dosen.

Bagi saya pribadi, mengikuti pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan teknis, tetapi juga memberikan pengalaman berharga untuk berinteraksi dengan dosen-dosen baru dari berbagai fakultas. Diskusi, simulasi mengajar, dan tugas kelompok yang diberikan membuat suasana pelatihan menjadi dinamis sekaligus menantang.

Dengan adanya Sertifikat Pekerti, seorang dosen dibekali pondasi kuat untuk melaksanakan tugas pengajaran dengan lebih terarah. Saya merasa bersyukur telah mendapatkan kesempatan mengikuti program ini di Universitas Brawijaya, karena pengalaman ini akan menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan saya sebagai pendidik di perguruan tinggi.